Sistem Monitoring dan Otomatisasi Tanaman Hidroponik Berbasis IoT Menggunakan Aplikasi Blynk
Keywords:
Hidroponik, Internet of Things (IoT), Blynk, MonitoringAbstract
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mengalami lompatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan yang mencolok dalam jumlah perangkat IoT yang tersedia di pasar merupakan bukti konkret tentang bagaimana IoT telah merambah berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Sistem ini menggunakan NodeMCU sebagai otaknya, yang terintegrasi dengan berbagai sensor, termasuk HC-SR04 untuk mengukur jarak tanaman dari media tanam air, BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya sekitar, dan DHT11 untuk memantau suhu dan kelembaban udara. Data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor ini diolah dan dikirimkan secara nirkabel ke aplikasi Blynk, yang memungkinkan petani untuk memantau lingkungan tanaman secara real-time melalui perangkat seluler atau komputer. Dalam upaya untuk tidak hanya memantau tetapi juga mengontrol lingkungan pertumbuhan tanaman hidroponik secara lebih akurat, sistem ini akan dilengkapi dengan modul kontrol yang memungkinkan intervensi otomatis, yang akan dilengkapi dengan perangkat keras tambahan, termasuk relay dan pompa air otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring dan kontrol berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanaman selada (Lactuca sativa L.) yang ditanam dengan metode hidroponik. Sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan real-time tentang kondisi lingkungan tanaman hidroponik, sehingga dapat membantu petani dalam mengatur strategi budidaya yang tepat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Seluruh artikel yang diterbitkan dalam eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) dilisensikan di bawah ketentuan Prodi. Dengan lisensi ini, penulis tetap memegang hak cipta atas karyanya, sementara pihak lain diizinkan untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel yang diterbitkan, baik untuk keperluan komersial maupun non-komersial, selama memberikan pengakuan yang layak kepada penulis asli dan eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) sebagai sumber publikasi.
Setiap karya turunan wajib disebarluaskan menggunakan lisensi yang sama. Lisensi ini mendukung prinsip akses terbuka (open access) untuk mendorong diseminasi ilmu pengetahuan secara bebas dan bertanggung jawab.

