Penggunaan Game Edukasi Sebagai Alat Bantu Belajar TK IT Al-Madani Kabupaten Bandung
Keywords:
Taman kanak-kanak, Game Construct 2, TKIT AL-MadaniAbstract
Taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan resmi, yang dimana menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 – 6 tahun dengan prioritas usia 5 dan 6 tahun. Saat ini tepanya di TKIT AL-Madani yang berada di Komplek Grand Imperial Cikoneng RT 06 RW 08 Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Dalam proses pembelajarannya masih menggunakan metode konvensional yang membuat anak jadi lebih cepat bosan, kurang bereksplorasi dan kurang berimajinasi. Sementara kegiatan belajar yang masih menggunakan metode konvensional membuat anak tidak mendapatkan pembelajaran yang diinginkan. Banyak media yang bisa dipakai oleh pengajar untuk menyampaikan pesan pembelajaran tidak hanya terpacu pada media gambar saja. Menggunakan media pembelajaran yang baru juga bisa menjadi inovatif untuk menarik antusias siswa sehingga siswa tidak bosan dan tidak timbul kejenuhan dalam belajar serta membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Tujuan peneliti ialah membuat sebuah media pembelajaran berbasis Game edukasi 2D sebagai alat bantu penunjang pembelajaran yang tidak membosankan, menarik, dan mudah dipahami menggunakan Construct 2 metode MDLC. Hasilnya bahwa anak-anak dapat lebih cepat memahami pembelajaran menggunakan media baru serta gameedukasi media pembelajaran merupakan media pembelajaran yang menyenangkan dan efektif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Seluruh artikel yang diterbitkan dalam eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) dilisensikan di bawah ketentuan Prodi. Dengan lisensi ini, penulis tetap memegang hak cipta atas karyanya, sementara pihak lain diizinkan untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel yang diterbitkan, baik untuk keperluan komersial maupun non-komersial, selama memberikan pengakuan yang layak kepada penulis asli dan eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) sebagai sumber publikasi.
Setiap karya turunan wajib disebarluaskan menggunakan lisensi yang sama. Lisensi ini mendukung prinsip akses terbuka (open access) untuk mendorong diseminasi ilmu pengetahuan secara bebas dan bertanggung jawab.

